Cari Blog Ini

Senin, 04 Maret 2013

Cara Kerja Sistem EFI

Sistem EFI dirancang agar bisa melakukan penyemprotan bahan bakar yang jumlah dan waktunya ditentukan berdasarkan informasi dari sensor-sensor. Pengaturan koreksi perbandingan bahan bakar dan udara sangat penting dilakukan agar mesin bisa tetap beroperasi/ bekerja dengan sempurna pada berbagai kondisi kerjanya. Oleh karena itu, keberadaan sensor-sensor yang memberikan informasi akurat tentang kondisi mesin saat itu sangat menentukan unjuk kerja (performance) suatu mesin.
Semakin lengkap sensor, maka pendeteksian kondisi mesin dari berbagai karakter (suhu, tekanan, putaran, kandungan gas, getaran mesin dan sebagainya) menjadi lebih baik. Informasi-informasi tersebut sangat bermanfaat bagi ECU untuk diolah guna memberikan perintah yang tepat kepada injektor, sistem pengapian, pompa bahan bakar dan sebagainya.
 
1.        Saat penginjeksian (injection timing) dan lamanya penginjeksian.
            Terdapat beberapa tipe penginjeksian (penyemprotan) dalam sistem EFI motor bensin (khususnya yang mempunyai jumlah silinder dua atau lebih), diantaranya tipe injeksi serentak (simoultaneous injection) dan tipe injeksi terpisah (independent injection). Tipe injeksi serentak yaitu saat penginjeksian terjadi secara bersamaan, sedangkan tipe injeksi terpisah yaitu saat penginjeksian setiap injektor berbeda antara satu dengan yang lainnya, biasanya sesuai dengan urutan pengapian atau firing order (FO), Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa penginjeksian pada motor bensin pada umumnya dilakukan di ujung intake manifod sebelum inlet valve (katup masuk). Oleh karena itu, saat penginjeksian (injection timing) tidak mesti sama persis dengan percikan bunga api busi, yaitu beberapa derajat sebelum TMA di akhir langkah kompresi.
            Saat penginjeksian tidak menjadi masalah walau terjadi pada langkah hisap, kompresi, usaha maupun buang karena penginjeksian terjadi sebelum katup masuk. Artinya saat terjadinya penginjeksian tidak langsung masuk ke ruang bakar selama posisi katup masuk masih dalam keadaan menutup. Misalnya untuk mesin 4 silinder dengan tipe injeksi serentak, tentunya saat penginjeksian injektor satu dengan yang lainnya terjadi secara bersamaan. Jika FO (firing order) mesin tersebut adalah 1 3 4 – 2, saat terjadi injeksi pada silinder 1 pada langkah hisap, maka pada silinder 3 injeksi terjadi pada satu langkah sebelumnya, yaitu langkah buang. Selanjutnya pada silinder 4 injeksi terjadi pada langkah usaha, dan pada silinder 2 injeksi terjadi pada langkah kompresi.
Sedangkan lamanya (duration) penginjeksian akan bervariasi tergantung kondisi kerja mesin. Semakin lama terjadi injeksi, maka jumlah bahan bakar akan semakin banyak pula. Dengan demikian, seiring naiknya putara mesin, maka lamanya injeksi akan semakin bertambah karena bahan bakar yang dibutuhkan semakin banyak.
2.        Cara Kerja Saat Kondisi Mesin Dingin
            Pada saat kondisi mesin masih dingin (misalnya saat menghidupkan dipagi hari), maka diperlukan campuran bahan bakar dan udara yang lebih banyak (campuran kaya). Hal ini disebabkan penguapan bahan bakar rendah pada saat kondisi temperatur/ suhu masih rendah. Dengan demikian akan terdapat sebagian kecil bahan bakar yang menempel di dinding intake manifold  sehingga  tidak  masuk  dan  ikut  terbakar  dalam  ruang bakar.
Untuk memperkaya campuran bahan bakar udara tersebut, pada sistem EFI yang dilengkapi dengan sistem pendinginan air terdapat sensor temperature air pendingin (engine/ coolant temperature sensor). Sensor ini akan mendeteksi kondisi air pendingin mesin yang masih dingin tersebut.  Temperatur air pendingin yang dideteksi dirubah menjadi signal listrik dan dikirim ke ECU. Selanjutnya ECU akan mengolahnya kemudian memberikan perintah pada injektor dengan memberikan tegangan yang lebih lama pada solenoid  injektor  agar  bahan  bakar  yang  disemprotkan  menjadi lebih banyak (kaya).
            Sedangkan bagi mesin yang tidak dilengkapi dengan sistem pendinginan air, sensor yang dominan untuk mendeteksi kondisi mesin saat dingin adalah sensor temperatur oli/ pelumas mesin (engine  oil  temperature  sensor)  dan  sensor  temperatur  udara masuk  (intake  air  temperature  sensor).  Sensor  temperature  oli mesin mendeteksi kondisi pelumas yang masih dingin saat itu, kemudian dirubah menjadi signal listrik dan dikirim ke ECU.
Sedangkan sensor temperatur udara masuk mendeteksi temperatur udara yang masuk ke intake manifold. Pada saat masih dingin kerapatan udara lebih padat sehingga jumlah molekul udara lebih banyak dibanding temperatur saat panas. Agar tetap terjadi perbandingan campuran yang tetap mendekati ideal, maka ECU akan  memberikan  tegangan  pada  solenoid  injektor sedikit lebih lama (kaya). Dengan demikian, rendahnya penguapan bahan bakar saat temperatur masih rendah sehingga akan ada bahan bakar yang menempel didinding intake manifold dapat diantisipasi dengan memperkaya campuran tersebut.
3.        Cara kerja saat putaran rendah
            Pada saat putaran mesin masih rendah dan suhu mesin sudah mencapai suhu kerjanya, ECU akan mengontrol dan memberikan tegangan listrik ke injektor hanya sebentar saja (beberapa derajat engkol) karena jumlah udara yang dideteksi oleh MAP (manifold absolute preasure) sensor. Hal ini supaya dimungkinkan tetap terjadinya perbandingan campuran bahan bakar dan udara yang tepat (mendekati perbandingan campuran teoritis atau ideal). Posisi katup gas (katup throttle) pada throttle body masih menutup pada saat putaran stasioner/ langsam. Oleh karena itu, aliran udara dideteksi dari saluran khusus untuk saluran stasioner.
            Berdasarkan informasi dari sensor tekanan udara (manifold absolute sensor) dan throttle position sensor (TPS) tersebut, ECU akan memberikan tegangan listrik kepada solenoid injector untuk menyemprotkan bahan bakar. Lamanya penyemprotan/ penginjeksian hanya beberapa derajat engkol saja karena bahan bakar yang dibutuhkan masih sedikit. Pada saat putaran mesin sedikit dinaikkan namun masih termasuk ke dalam putaran rendah, tekanan udara yang dideteksi oleh MAP sensor akan menjadi lebih tinggi dibanding saat putaran stasioner. Naiknya tekanan udara yang masuk mengindikasikan bahwa jumlah  udara  yang  masuk  lebih  banyak.  Berdasarkan  informasi yang diperoleh oleh MAP (manifold absolute sensor) tersebut, ECU akan memberikan tegangan listrik sedikit lebih lama dibandingkan saat putara stasioner.
Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa proses penyemprotan pada injektor terjadi saat ECU memberikan tegangan pada solenoid injektor. Dengan pemberian tegangan listrik tersebut solenoid coil akan menjadi magnet sehingga mampu menarik plunger dan mengangkat needle valve (katup jarum) dari dudukannya, sehingga bahan bakar yang berada dalam saluran bahan bakar yang sudah bertekanan akan memancar keluar dari injektor.
4.        Cara kerja saat putaran menengah dan tinggi
            Pada saat putaran mesin dinaikkan dan kondisi mesin dalam keadaan normal, ECU menerima informasi dari TPS (throttle position sensor) dan MAP (manifold absolute sensor). Throttle position sensor (TPS) mendeteksi pembukaan katup throttle sedangkan MAP (manifold absolute sensor) mendeteksi jumlah/ tekanan udara yang semakin naik. Saat ini deteksi yang diperoleh oleh sensor tersebut menunjukkan jumlah udara yang masuk semakin  banyak. Sensor-sensor tersebut  mengirimkan informasi ke ECU dalam bentuk signal listrik.  ECU kemudian mengolahnya dan selanjutnya akan memberikan tegangan listrik pada solenoid injektor dengan waktu yang lebih lama dibandingkan putaran sebelumnya. Disamping itu saat pengapiannya juga otomatis dimajukan agar tetap tercapai pembakaran yang optimum berdasarkan infromasi yang diperoleh dari sensor putaran rpm.
Pada waktu penyemprotan/ penginjeksian (fuel injection) mulai terjadi dari pertengahan  langkah  usaha  sampai pertengahan langkah buang dan lamanya penyemprotan/ penginjeksian sudah hampir mencapai setengah putaran derajat engkol karena bahan bakar yang dibutuhkan semakin banyak. Selanjutnya jika putaran dinaikkan lagi, katup throttle semakin terbuka lebar dan sensor TPS (throttle position sensor) akan mendeteksi perubahan katup throttle tersebut. ECU memerima informasi perubahan katup throttle tersebut dalam bentuk sinyal listrik dan akan memberikan tegangan pada solenoid injektor lebih lama dibanding putaran menengah karena bahan bakar yang dibutuhkan lebih banyak lagi. Dengan demikian lamanya penyemprotan/ penginjeksian otomatis akan melebihi dari setengah putaran derajat engkol.
5.        Cara kerja saat akselerasi (percepatan)
            Bila mesin pada kondisi akselerasi (digas) dengan serentak dari kecepatan rendah, maka volume udara juga akan bertambah dengan cepat. Dalam hal ini, karena bahan bakar lebih berat dibanding udara, maka untuk sementara akan terjadi keterlambatan bahan bakar sehingga terjadi campuran kurus/ miskin. Untuk mengatasi hal tersebut, dalam sistem bahan bakar konvensional (menggunakan karburator) dilengkapi sistem akselerasi (percepatan) yang akan menyemprotkan sejumlah bahan bakar tambahan melalui saluran khusus.
 pada sistem injeksi (EFI) tidak membuat suatu koreksi khusus selama akselerasi. Hal ini disebabkan dalam sistem EFI bahan bakar yang ada dalam saluran sudah bertekanan tinggi. Perubahan jumlah udara saat katup gas dibuka dengan tiba-tiba akan dideteksi oleh MAP (manifold absolute sensor). Walaupun yang dideteksi MAP (manifold absolute sensor) adalah tekanan udaranya, namun pada dasarnya juga menentukan jumlah udara. Semakin tinggi tekanan udara yang dideteksi, maka semakin banyak jumlah udara yang masuk ke intake manifold. Dengan demikian, selama akselerasi pada sistem EFI tidak terjadi keterlambatan pengiriman bahan bakar karena bahan bakar yang telah bertekanan tinggi tersebut dengan serentak diinjeksikan sesuai dengan perubahan volume udara yang masuk.
Demikian tadi cara kerja sistem EFI pada beberapa kondisi kerja mesin. Masih ada beberapa kondisi kerja mesin yang tidak dibahas lebih detil seperti saat perlambatan, selama tenaga yang dikeluarkan tinggi (high power output) atau beban berat dan sebagainya. Namun pada prinsipnya adalah hampir sama dengan penjelasan yang sudah dibahas.
Hal ini disebabkan dalam sistem EFI semua koreksi terhadap pengaturan waktu/ saat penginjeksian dan lamanya penginjeksian berdasarkan informasi-informasi yang diberikan oleh sensor-sensor yang ada. Informasi tersebut dikirim ke ECU dalam bentuk signal listrik yang merupakan gambaran tentang berbagai kondisi kerja mesin saat itu. Semakin lengkap sensor yang dipasang pada suatu mesin, maka koreksi terhadap pengaturan saat dan lamanya penginjeksian akan semakin sempurna, sehingga mesin bisa menghasilkan unjuk kerja atau tampilan (performance) yang optimal dan mengeluarkan kandungan emisi beracun yang minimal.

Sabtu, 08 Desember 2012

Virus Ponsel Symbian

Virus Ponsel Symbian adalah sejenis virus komputer yang menyebabkan aplikasi ataupun fitur ponsel tidak dapat digunakan semestinya. Kecanggihan ponsel hampir mendekati teknologi komputer. Ponsel juga telah menggunakan sistem operasi terbuka sehingga aplikasi buatan pihak ketiga bisa melengkapi kecanggihan dari fungsi standar pabrikan. Sistem operasi terbuka inilah yang akhirnya menjadi celah bagi masuknya program jahat seperti virus, worm, dan juga Trojan horse. Biasanya virus disamarkan dalam bentuk yang menarik seperti game ataupun gambar. Supaya lebih menarik lagi, permainan ataupun gambar tersebut diselipkan kata-kata yang vulgar.[1]

Daftar isi

 [sembunyikan

[sunting] Perkembangan

Virus yang dapat menyerang ponsel dan PDA pertama kali ditemukan pada tahun 2004 sekitar bulan Juli. Ahli selular menemukan software yang mampu untuk berpindah dan juga memperbanyak diri. Dengan perantara Bluetooth. Virus ini dinamakan cabir.[2] Setelah itu mulai bermunculan virus lainnya seperti Commwarrior-A[3] yang menyusup pada game The Mosquitos. Lalu muncul lagi virus ponsel yang dapat mengirim MMS otomatis ke nomor yang ada dalam inbox.

[sunting] Jenis-jenis virus yang dapat merusak ponsel

[sunting] Worm

Worm atau cacing adalah virus yang bertempat tinggal pada memori ponsel yang aktif dan bisa menduplikasi dengan sendirinya. Worm menyebar ke ponsel lain melalui email, chatting, LAN, dan Bluetooth.
Contoh Virus jenis worm ini adalah Cabir. Cabir menyebar melalui koneksi Bluetooth dan masuk ke dalam ponsel melalui inbox. Saat kita mengklik file sis tersebut dan menginstallnya , Cabir mulai mencari mangsa baru ponsel dengan akses Bluetooth terbuka untuk menginfeksinya. Nama lain dari Cabir adalah SymbOS/Cabir.A[4], atau bisa juga dinamai Cabir.A,Worm atau bisa juga disebut virus Caribe[5]. Cabir akan mengaktifkan Bluetooth secara periodik sekitar 15-20 menit sekali. Tidak ada kerusakan file yang terjadi apabila ponsel kita terkena virus ini maka baterai akan cepat habis untuk mencari perangkat Bluetooth lainnya. Untuk mencegahnya yang dapat kita lakukan adalah matikan fitur Bluetooth pada ponsel kita dan kita hanya mengaktifkan kalau dibutuhan saja.
Selain Cabir salah satu jenis virus worm lainnya adalah Commwarrior yang menyebar melalui MMS dan koneksi Bluetooth. Setiap tanggal 14, ponsel akan me Reset dengan sendirinya. Nama lain dari Commwarrior antara lain adalah SymbOS/commwarrior.a[6]. Commwarrior menyebar dengan cara mengirim file yang menarik ke ponsel kita. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan tidak menggunakan Bluetooth secara sembarangan dan jangan menerima file yang tidak diketahui asal-usulnya

[sunting] Trojan Horse

Trojan Horse adalah suatu program jahat yang berpura-pura ramah. Trojan dapat merusak program pada ponsel. Trojan tidak dapat menduplikasi dirinya seperti worm.
Salah satu jenis dari Trojan adalah Skulls dengan nama lengkap SymbOS.skulls. Nama lain dari virus ini adalah SKULLS.A. Skulls akan mengganti sistem di dalam ponsel dan menyebabkan ikon menu utama berubah menjadi gambar tengkorak. Tidak hanya gambar yang diubah, Skulls juga akan melumpuhkan aplikasi yang ikonnya tadi diubah. Jadi pada saat kita memencet ikon dari aplikasi tersebut, maka akan muncul pesan sistem eror. Terdapat tiga jenis skulls yaitu Skulls A, Skulls C, dan Skulls H. Cara mencegahvirus ini adalah dengan menolak menginstall aplikasi ini dan selalu menutup koneksi Bluetooth saat tidak dibutuhkan
Salah satu jenis virus Trojan lainnya adalah Doomboot. Virus yang bernama lengkap SymbOS.Doomboot.A.. Cara kerja dari virus ini adalah dengan membuat file korup dan setelah ponsel terinfeksi maka virus lannya akan ditempatkan dalam ponsel kita. File yang korup tadi akan membuat ponsel tidak dapat melakukan booting. Virus ini masuk ke dalam ponsel dengan seakan-akan menyerupai game Doom versi symbian. Virus ini sangat pandai menyaru, karena setelah ponsel terinfeksi, tidak ada tanda apapun bahwa ponsel telah terinfeksi virus. Virus ini juga secara otomatis akan menyebar melalui Bluetooth dan mengakibatkan konsumsi baterai ponsel menjadi berlebihan sehingga baterai cepat habis. . Doomboot akan membuat ponsel tidak dapat melakukan booting saat kita memmatikan ponsel dan menyalakan kembali.

[sunting] Cara Penyebaran Virus

Virus ponsel menyebar melalui media berikut: bluetooth, infrared, Wi-Fi, dan kabel data serta internet. Ponsel semakin rawan dengan infeksi virus dan ini dikarenakan handphone sudah menjadi peranti canggih untuk komunikasi data. Walaupun pemakaian handphone yang mampu mengirim dan menerima file (smartphone) masih terbatas, namun hal ini harus tetap diwaspadai pada masa-masa yang akan datang. Bagi perusahaan yang karyawannya banyak menggunakan PDA phone[7]atau smartphone[8], maka ancaman virus bagi jaringan perusahaan tersebut bisa semakin meningkat. Untuk itu dibutuhkan keamanan yang baik pada lingkungan perusahaan tersebut.
Penyebaran virus ponsel hampir tidak bisa dikenali, berbagai cara telah dilakukan dalam menginfeksi ponsel. Pengguna ponsel bermemori besar tentunya kerap melakukan transfer data dari kartu memori ponsel ke komputer. Pengguna pun harus berhati-hati melakukannya. Trend Micro, sebuah perusahaan antivirus asal Amerika Serikat mengumumkan keberadaan virus ponsel yang mampu menginfeksi komputer. Trend Micro mengungkap bahwa telah muncul virus yang dinamai Symbos_cardtrp.A Menurut peneliti di Trend Micro, virus tersebut awalnya beredar di ponsel berplatform Symbian Seri 60. Namun saat ini telah berkembang dan memiliki potensi untuk menyebar ke komputer yang beroperasi dengan sistem Microsoft Windows.
Seperti halnya virus ponsel lain, virus Symbos_cardtrp.A memperbanyak diri melalui bluetooth. Dua perangkat bergerak yang terpisah sejarak 10 meter, bisa berkomunikasi secara nirkabel. Virus yang berhasil menulari sasarannya kemudian menetap di kartu memori yang ada di perangkat bergerak. Melompat dari ponsel ke komputer adalah kemampuan tambahan dari virus ini. Jika si pengguna memasukan kartu memori yang tertular ke slot kartu pada komputer mereka, kartu memori yang tertular tersebut berpotensi menularkan virus ke komputer, kemudian akan menyebar ke komputer lain. Jika berhasil dieksekusi, virus kemudian meluncurkan Worm_Wukill.B, yang akan berusaha menyebar ke komputer lainnya.
Virus ponsel yang bernama Cabir tidak memiliki kemampuan merusak, dan bekerja hanya pada ponsel-ponsel cerdas (smart phones) yang menjalankan sistem operasi Symbian dan dilengkapi koneksi Bluetooth. Tidak seperti kebanyakan worm komputer, Cabir tidak mengeksploitasi kelemahan pada sistem operasi Symbian. Ia mengeksploitasi jalan di mana ponsel itu seharusnya bekerja. Worm Cabir ditemukan pertama kali di bulan Juni 2004 setelah grup internasional penulis virus 29A mengirimkan sampel virus tersebut ke sejumlah perusahaan antivirus.
Worm Cabir mulanya dinyatakan tak berbahaya sama sekali untuk sistem operasi Symbian. Namun, worm tersebut ternyata bisa menguras tenaga baterai ponsel, terutama ketika mencoba menginfeksi ponsel Bluetooth lain yang berada dalam radius 30 meter.
Selain Cabir, beberapa virus lain seperti Duts telah menginfeksi peranti mobile PocketPC. Sebuah backdoor flaw bernama Brador ditemukan dalam sebuah ponsel. Virus jenis Trojan ini bisa membuka akses internet atau menelepon tanpa sepengetahuan pemilik ponsel.
Commwarrior menyembunyikan diri dalam bentuk file dan mengirimkan diri melalui MMS - multimedia messaging service alias pesan multimedia - yang biasa dipakai untuk mengirimkan foto, nada dering, atau klip video di antara ponsel-ponsel canggih (smartphones). Berbeda dengan virus-virus ponsel lain, Commwarrior dapat menyebar ke semua ponsel canggih di seluruh dunia. Kebanyakan orang akan tergoda untuk membuka Commwarrior dibandingkan Cabir - yang biasanya bertanya kepada penerima apakah akan meng-"install caribe?" lewat pesan dalam layar. Alasannya, Commwarrior akan menyamar menjadi software dari Symbian atau tawaran foto-foto porno yang menggiurkan.
Virus ponsel ini diketahui secara misterius tidak seaktif yang diduga. Selain itu Commwarrior diduga memiliki feature misterius yang mencegahnya menyebar cepat. Ia seolah-olah sedang tidur dan menunggu saat untuk menyerang.

[sunting] Pencegahan

Antisipasi sejak dini perlu dilakukan agar wabah virus tidak menyerang ke ponsel. Sekali terkena virus, akan berakibat fatal. Bisa jadi virus tersebut akan menghapus nomor telepon dari daftar nomor telepon. Atau virus dapat pula mengakses internet secara otomatis tanpa disadari sehingga akan 'menyedot' biaya pulsa secara cepat. Semua gerak-gerik penyebaran virus harus dicegah terutama pada media yang ia gunakan untuk menginfeksi.[9]
  • Matikan Bluetooth
Pertukaran data, baik dalam bentuk dokumen, lagu, maupun gambar melalui bluetooth berpotensi besar adanya serangan virus. Media ini memang sangat membantu dalam melakukan pertukaran data antar ponsel. Namun sangat berbahaya pula jika lupa mematikan fasilitas tersebut. Untuk mencegah virus melalui media ini, pastikan telah mematikan fasilitas ini.
  • Matikan Infrared
Sama halnya dengan bluetooth, infrared juga berpotensi besar sebagai media penyebaran virus ponsel. Umumnya jarak maksimal komunikasi melalui infrared lebih pendek dibandingkan bluetooth. Dan data yang ditransfer pun relatif kecil. Maka fitur ini harus segera dimatikan jika sudah tidak digunakan lagi.
  • Non-aktifkan Wi-Fi
Pertukaran dokumen melalui media ini juga berpotensi besar terinfeksi virus. Memang masih perbatas pada ponsel cerdas (smartphone) yang memiliki fasilitas ini, sehingga penyebaran melalui media ini tidak sebesar melalui bluetooth maupun infrared. Namun jika ponsel tersebut berfungsi sebagai modem akan lain ceritanya. Seperti diketahui, internet merupakan sumber segala jenis virus. Apabila ponsel dihubungkan ke komputer dan berfungsi sebagai modem maka virus maupun trojan akan cepat menyusup ke ponsel yng digunakan. Sebaiknya memasang antivirus terlebih dulu pada ponsel sehingga penyebaran virus dapat deteksi.
  • Cable Data
Sama halnya dengan Wi-Fi, media ini merupakan sarana paling efektif sebagai penyebaran virus. Pasalnya, ponsel secara langsung terhubung dengan komputer ketika melakukan transfer data. Memang, dengan cable data proses transfer akan lebih cepat dan efektif dibandingkan dengan media lain. Hati-hati jika menginstal game, theme, maupun nada dering. Bisa jadi aplikasi tersebut telah disusupi virus. Umumnya, virus mengelabui mangsanya dalam bentuk yang disukai masyarakat seperti gambar-gambar menggiurkan. Segera nonaktifkan sambungan komputer jika telah selesai mentransfer data.
  • Hati-hati koneksi ke Internet
Oleh karena teknologi ponsel hampir mendekati komputer, kegiatan yang berhubungan erat dengan internet dapat pula dilakukan dengan ponsel seperti penerimaan email, chatting, pengunduhan nada dering, musik, aplikasi, maupun menginstalasi aplikasi secara daring. Hal inilah yang memicu tersebarnya virus ponsel secara cepat. Apabila ponsel tidak dilengkapi dengan antivirus, jangan coba-coba melakukan koneksi ke jaringan internet melalui ponsel jika tidak ingin terinfeksi virus. Meskipun hanya sebatas chatting atau menerima email. Spam dan virus akan menyusup melalui sarana tersebut.

[sunting] Antivirus ponsel

Serangan virus yang sulit untuk dihindari, memacu perusahaan pengembang software untuk membuat antivirus yang tepat. Beberapa contoh antivirus ponsel antara lain adalah:

[sunting] SimWorks antivirus

Antivirus ini cukup ampuh melawan beberapa virus yang menyerang ponsel seperti Cabir A, Cabir B, Cabir C, Trojan the Mosquitos dialer, Trojan skulls, Trojan Locnut, dan lain-lain. Aplikasi ini dibuat untuk ponsel symbian seri 60 dan UIQ. Seperti nokia 6600, Sony Ericson P900 dan sebagainya.
Kemampuan SimWorks antivirusantara lain:
  • Memindai file dan pesan secara realtime ketika masuk ke ponsel untuk mencegah terjadinya infeksi lanjutan
  • Dapat digunakan secara manual jika kita kurang yakin dengan kondisi file dalam ponsel kita
  • Melakukan scanning secara otomatis dalam interval waktu tertentu sesuai dengan keinginan kita.
  • Aktif secara otomatis saat ponsel dinyalakan.
  • Menampilkan log hasil scanning
  • Terintegrasi dengan server untuk dapat melakukan pemutakhiran definisi virus bila ditemukan virus jenis baru yang bisa diatasi
  • Bisa ditransfer ke ponsel lain.

[sunting] Kaspersky Antivirus Mobile

Kaspersky adalah perusahaan antivirus dari Rusia. Pada awalnya, pada tahun 2004 mereka berhasil mendeteksi dan menghilangkan virus di ponsel bersistem operasi Symbian dan juga windows. Virus yang dapat mereka atasi adalah jenis Trojan dan juga worm.
Kemampuan Kaspersky antivirus antara lain adalah:
  • Mengeluarkan bunyi ketika virus terdeteksi
  • Scanning otomatis terhadap file yang masuk ke ponsel
  • Scanning manual bagi pengguna ponsel
  • Menampilkan log hasil scanning
  • Pemutakhiran via GPRS

[sunting] F-Secure Mobile antivirus

Aplikasi ini dibuat oleh perusahaan asal Finlandia. Khusus untuk ponsel mereka bias mengatasi Cabir, Trojan Dialer, dan Commwarrior. Kemampuan F-secure antivirus antara lain adalah:
  • Scanning realtime terhadap virus yang mencoba untuk masuk
  • Pemutakhiran database virus hasil riset F-secure melalui koneksi HTTPS
  • Deteksi virus otomatis terhadap koneksi data untuk koneksi Over The air
  • Pemutakhiran aplikasi otomatis
  • Pendataan jenis virus yang ditemukan secara digital ke system database F-secure t

[sunting] Symantec Mobile Security for Symbian

Perusahaan pembuat software ini merupakan market leader di kelasnya. Anti virusnya yang terkenal adalah Norton. Dengan antivirus ini, ponsel tidak hanya dapat terlindung dari virus saja tetapi juga koneksi nirkabel yang tidak dapat dipercaya. Setiap dua tahun sekali akan di mutakhirkan produknya.
Kemampuan antivirus Symantec:
  • Mendeteksi dan menghapus secara otomatis virus dan kode malware lainnya
  • Memiliki monitor firewall built in terhadap komunikasi LAN/WAN dan memblokir file yang dicurigai
  • Melindungi sejak pertama kali terinstall, secara otomatis menghidupkan proteksi antivirus dan menutup port yang dapat ditembus oleh virus.
  • Mudah digunakan
  • Proteksi real time terhadap SMS, EMS, MMS yang memiliki kode berbahaya.
  • Scanning manual sesuai keinginan pengguna
  • Menginformasikan kepada pengguna dengan sistem alert akan munculnya virus, pemutakhiran terbaru dan ketika layanan hampir kadaluarsa.

[sunting]